saat kau bersedih hati, bersusah diri, pastikan kau jgn pernah pergi dariku. karena dapat ku pastikan aku akan selalu ada disampingmu, menemanimu hingga kau sukses bahkan tak ada lagi bersusah diri.
tapi jika suatu hari kau bahagia, sukses bahkan (mungkin) akan bermegah diri. itu lah saatnya kau memilih untuk bersamaku atau bersamanya yg baru. Sungguh, Demi Tuhan semesta alam aku Ikhlaskan kau bersama yg bisa membuatmu lebih bahgia. ketimbang aku yg hanya (lagi-lagi) cocok jd pendampingmu pada saat kau bersedih dan bersusah saja.
mungkin suatu hari nanti kau akan bersamanya yg bisa lebih mengertimu ketimbang bersamaku yg (mungkin) tidak pantas lagi bagimu.
Sungguh, Demi Tuhan semesta alam, aku (juga) akan bahagia. aku bagagia bisa bersamamu melewati hari susah kelam dan bahagia jika kau (mhngkin) tak bersamaku yg (mungkin) tak pantas ini.
aku bahagia bisa belajar bersama untuk tetap bersyukur atas apapun yg terjadi dimasa lampau.
aku bahagia bisa menjadi bagian hidupmu yg kelam.
aku bahagia (meskipun) nantinya kau akan lupa padaku
hanya satu pesan "bahagialah seperti cita citamu yang lalu...
jgn pernah memandang bahkan mengingatku kembali, jika nantinya qta tidak dituliskan bersama. karena aku bukan siapa-siapa lagi saat ini."
dan hingga AKHIRNYA AKUPUN BISA BAHAGIA (juga)
Jakarta, 7Agustus 2014 (02.39)
teruntuk Priaku (saat ini)
dari aku yg saat ini disampingmu