entah apa yang sedang atau malah yg ada dipikiran nya saat menaruh ekspektasi yang berlebihan tinggi untukku yang bukanlah anak kandungnya.
entah apa pula yang diinginkan dari ku yang teramat sangat belum mengerti akan kejamnya dunia ini.
entah apa yang harus kulakukan saat nantinya aku akan berhadapan dengannya..
bahkan entah apa yang akan aku ucapan untuk menyapanya...
TUHAN, menurutku ini sudah berlebihan BAPA..
aku tau mungkin inlah HADIAH dariMU untukku yang selama ini begitu merindukan seorang ayah, tapi mengapa saat ini rasanya begitu berat dgn semua yang sudah disediakan ini??
aku takut akan mengecewakannya. akpun takut tak sesuai dgn ekspektasinya yang terlampau tinggii itu untukku BAPA.
lalu apa yang harus ku lakukan pun perbuat?? akupun tak mengerti..
22tahun selama aku hidup, seingatku aku tak pernah menyebut atau memanggil "ayah bapa, papa, daddy"
lalu setelah 22 tahun berlalu aku saat ini harus dihadapkan untuk memanggil seorang yang baru dihidupku dgn sebutan itu?? sanggupkah aku?? betapapun aku berusaha menggerakkan bibir ini, mengapa rasanya sulit sekali untuk hanya sekedar memanggilnya dgn sebutan diatas. bukannya aku tak menerimanya, malahan akupun sudah sayang dgnnya yang telah sedikit banyak malah banyak memmbantu perekonomian keluargaku, aku sayang dia meskipun sayangku tak sebesar untuk mama tapi aku menerimanya. NAMUN enath mengapa rasanya sulit sekali untuk bibir dan mulut ini berucap dan memanggilnya dgn sebutan "papa".
lidah ini begitu kaku saat tau bahwa beliau telah menyediakan semua fasilitas yang tak pernah terbayangkan akan aku dapatkan, bahkan terpikirkan pun tidak aku dgn semua fasilitas yang natinya akan aku dapatkan disana, ini malah sudah disediakan. sebegitunyakah penyambtan untukku?? itu yang ada dan selalu jd pertanyaanku. dgn tidak sengaja aku mencoba bertanya pada kakaku ttg itu semua lalu dia menjawab " waktu thaikuku (tante, sebutan untuk kakak perempuan tertua dr papa kandungku) daang ke sana (Taiwan) ajah tuh di servis abis, Sa.. lsg pesta pora, ini gmna ga qlo dikasih dan disediain semua fasilitas itu secara lo anak dari istrinya gitu...". lalu aku pun kembali bertanya apakah ga terlalu berlebihan dia begitu ke gue, secara gue ajah baru sekali ketemu dia dan belum pernah tinggal sama gue juga. lalu fasilitas itu? gue cuma takut ga bisa sesuai sama apa yang udah di ekspektasiin ke gue , lalu kaka ku pun menjawabnya lagi " lo inget ga Sa waktu dia dtg siapa yang paling di perhatiin?? dia sayang banged sa sama lo, lo harus tunjukin qlo lo mampu dan jgn pernah macem2 it mean is jgn bikin dia kecewa. lo tau kan apa impact nya qlo dia begitu, mungkin nanti ada yang ga suka sama lo dan dia ngejatohin lo, lo harus hati2 sama semuanya. jgn pernah munafik dlm bersikap. cukup jd dri lo sendiri ajah, tunjukin lo emang org yg berpendidikan tinggi, yang penting bersikap apa adanya lo, jgn dibuat2 cuma buat cai perhatian doang..."
sedikit pembicaraan tadi adanya mampu melumerkan sedikit dari bat dalam diri ini yang begitu keras. tapi kenapa rasanya masih sulit menggoyangkan bibir ini hingga menyebutkan dan mampu mengucapkan PAPA.
aku memang bukan lah seperti kalian yang terbiasa memanggil sebutan itu, bahkan aku tak pernah mengatakan sebutan itu, lalu baru sekarang aku rasanya di tuntut untuk mampu menyebut panggilan itu. aku hanya mau aku menyebutnya dan memanggilnya PAPA itu karena memang dari hati terdalam ku yang ingin menyebutt dan memanggilnya bukan karena embel2 balas jasa saja. aku bukanlah seorang munafik yang bisa dgn mudah memasangkan topeng dimanapun aku mau gunakan.
aku tau telah banyak yang dikorbankan dan diberikan padaku khususnya selama ini. aku hidup dari ekonominya, aku bisa kuliah dan menamatkan study ku juga karena bantuan dari nya, bahkan nanti aku akan tinggal dan mungkin menetap disana bersamanya juga atas wewenang dan tanggungan darinya.. sungguh aku tak ingin menjadi batu sandungan yang hanya memanfaatkannya...
tiba2 teringat kata mama " dia udah baik sama lo sa, sekali2 bikin dia seneng dgn lo mau manggil dia PAPA, JANGAN CUMA MAU UANGNYA AJA..." sengaja ditekankan JANGAN CUMA MAU UANGNYA AJA , itu membuatku menjadi berpikir akan ajaran mama yang bukan melihat org dr jasanya tapi dr hati qta terdalam. dan mencoba sopan terhadap yang lebih tua dr ku.
mobil, motor bahkan sepeda sudah disediakan dan dibelikan, apartemen, duplikat kunci rumah bahkan di kalender nya telah di beri tanda di tanggal kedatanganku. SESPECIAL ITU KAH KEDATANGANKU?? . saat mendengar hal itu rasanya tak kuat bahkan tak mampu lagi aku membendung air mata ini yang meronta2 ingin memecahkan kesunyian batinku. sungguh u're treat me like im ur princess. i dont believe that when my mom say thats to me.. so speechless aku tak pernah di perlakukan sebegitunya BAPA!! aku takut aku tak bisa membalasnya. lalu dgn apa aku membalasnya??
rasanya hanya ingin mengurung diri dikamar dan berharap aku dapat melewati hari2 kedepanku disana dgn wajar saja tanpa perlakuan khsus yang mungkin akan membuatku semakin terlena dengan semua ini. SUNGGUH menurutku ini adalah bagian dari ketakutan yang tak beralasana yang sedang ku alami.
entah apa yang harus ku katakan, ku perbuat, ku ucapkan dan kupanggil.... aku kaku..
aku tertatih seperti kanebo kering yang sulit untuk dilipiat dan di goyangkan.
aku sudah terbawa dalam kekejaman dan kerasnya hidupku
akupun bagai angin yang entah ingin berhembus kemana
akupun tak mengerti akan semua ini....
aku memang bukan lah seperti kalian yang terbiasa memanggil sebutan itu, bahkan aku tak pernah mengatakan sebutan itu, lalu baru sekarang aku rasanya di tuntut untuk mampu menyebut panggilan itu. aku hanya mau aku menyebutnya dan memanggilnya PAPA itu karena memang dari hati terdalam ku yang ingin menyebutt dan memanggilnya bukan karena embel2 balas jasa saja. aku bukanlah seorang munafik yang bisa dgn mudah memasangkan topeng dimanapun aku mau gunakan.
aku tau telah banyak yang dikorbankan dan diberikan padaku khususnya selama ini. aku hidup dari ekonominya, aku bisa kuliah dan menamatkan study ku juga karena bantuan dari nya, bahkan nanti aku akan tinggal dan mungkin menetap disana bersamanya juga atas wewenang dan tanggungan darinya.. sungguh aku tak ingin menjadi batu sandungan yang hanya memanfaatkannya...
tiba2 teringat kata mama " dia udah baik sama lo sa, sekali2 bikin dia seneng dgn lo mau manggil dia PAPA, JANGAN CUMA MAU UANGNYA AJA..." sengaja ditekankan JANGAN CUMA MAU UANGNYA AJA , itu membuatku menjadi berpikir akan ajaran mama yang bukan melihat org dr jasanya tapi dr hati qta terdalam. dan mencoba sopan terhadap yang lebih tua dr ku.
mobil, motor bahkan sepeda sudah disediakan dan dibelikan, apartemen, duplikat kunci rumah bahkan di kalender nya telah di beri tanda di tanggal kedatanganku. SESPECIAL ITU KAH KEDATANGANKU?? . saat mendengar hal itu rasanya tak kuat bahkan tak mampu lagi aku membendung air mata ini yang meronta2 ingin memecahkan kesunyian batinku. sungguh u're treat me like im ur princess. i dont believe that when my mom say thats to me.. so speechless aku tak pernah di perlakukan sebegitunya BAPA!! aku takut aku tak bisa membalasnya. lalu dgn apa aku membalasnya??
rasanya hanya ingin mengurung diri dikamar dan berharap aku dapat melewati hari2 kedepanku disana dgn wajar saja tanpa perlakuan khsus yang mungkin akan membuatku semakin terlena dengan semua ini. SUNGGUH menurutku ini adalah bagian dari ketakutan yang tak beralasana yang sedang ku alami.
entah apa yang harus ku katakan, ku perbuat, ku ucapkan dan kupanggil.... aku kaku..
aku tertatih seperti kanebo kering yang sulit untuk dilipiat dan di goyangkan.
aku sudah terbawa dalam kekejaman dan kerasnya hidupku
akupun bagai angin yang entah ingin berhembus kemana
akupun tak mengerti akan semua ini....
Gua cuma bisa bilang, Bersyukur dan berjuanglah .Dan jangan lupa pada nya dan pada Nya. :) .
ReplyDelete