benar memang bukanlah aku yang kau tunggu
dan bukanlah aku yang kau dambakan
bahkan bukan pula aku yang kau inginkan.
lalu mengapa harus terus berbohong, Sayang?
aku tak meminta banyak darimu
akupun tak menginginkan banyak tentangmu
bahkan aku tak terlalu mengharapkanmu, saat kau tiada.
namun mengapa seolah kau putar semuanya, Sayang?
cukup jujur pada diri sendiri dan aku
cukuplah kejujuran itu meskipun akan berujung duka
cukup bagiku kamu beberapa hari ini
CUKUP kau membohongiku, Sayang
akhirnya akupun menyadari bahwa bukan aku yang selalu mengotori pikiranmu.
akhirnya akupun menyadari bukan pula aku yang mengisi hayalanmu.
akhirnya akupun menyadari bukanlah aku yang kau nantikan.
dan akhirnya akupun menyadari jika aku hanyalah menginginkanmu dan bukan menCINTAimu.
ya, aku tersentak bar menyadarinya
aku tidak pernah menCINTAimu.
bahkan akupun tak pernah memikirkanmu.
aku hanya menginginkanmu disaat aku sendiri, Sayang.
akupun menyadari itu bukan CINTA.
aku juga menyadari jika itupun bukan SAYANG.
aku sadar itu hanyalah NAFSU!
NAFSU yang ingin bersamamu tanpa ada orang yang mengetahuinya.
aku malu denganmu dan mungkin kamu pun demikian.
aku merasa tak sepadan denganmu dan mungkin keluargakupun demikian.
aku takut jika akhirnya mungkin kita bersama.
karena ini bukan CINTA hanya NAFSU semata.
terimakasih untuk semua keBOHONGan.
terimakasih untuk semua kePALSUan.
terimakasih untuk semua keSEMUan
yang sudah kamu berikan padaku dan aku merasakan itu CUKUP bagiku saat ini yang dipenuhi NAFSU ini.
mungkin kamupun juga merasakan hal yang sama.
ketidakTULUSan
ketidakSETIAan
bakan ketidakINGINan..
kita hanya menjalani saat kita sama sama merasa KESEPIAN
kita hanya merasakan saat kita sama sama HAUS akan KASIH
kita hanya membutuhkan saat kita sama sama LAPAR karena NAFSU.
sudahlah Sayang hentikan ini semua.
Wednesday, February 27, 2013
CINTA SANG KHALIK
mungkin aku tak mengerti arti CINTA sesungguhnya
mungkin juga aku belum pernah menrasakan wujud CiINTA sebenarnya
mungkin pula aku tak kenal dengan CINTA apa maksudnya
atau mungkin memang CINTA itu TIADA?
namun saat aku merenungkan hal itu,
SANG KHALIK tibatiba datang memenuhi otakku dan seolah ingin mencucinya kembali bersih.
DIA datang seolah menegurku karena pemikiranku dipagi yang sunyi ini
DIA datang untuk menunjukkan keROMANTISanNYA agar aku mengerti bahkan merasakan CINTA.
bahkan untuk dipagi yang tak berdosa ini pikiranm=ku seolah telah melanglang jauh kedepan
dengan segala ambisi dan segala pertanyaan yang menumpuk di sel sel otak yang selalu memenuhi
mungkinkah aku dapat merasakan CINTA yang lain?
mungkinkah aku dapat merasakan cinta dari pasangan?
lalu..
benar saja SANG KHALIK datang kembali sambil berbisik lembut ditelingaku..
tak perlu kau merasakan CINTA yang lain
karena cukuplah CINTA dariKU saja yang memenuhi hidupmu, Sayang..
TAPI...
aku hanyalah manusia biasa yang tak munafik ingin juga merasakan CINTA itu!
suara itu kembali mengalun..
CINTAilah dulu AKU baru semuanya akan KU tambahkan dan akan kukirimkan seseorang yang akan menjadi pasanganmu saat kau sudah mengerti CINTA dan dapat membagikan CINTA itu..
mungkin SANG KHALIK benar dan selalu benar!
aku tak akan mengerti ari CINTA tanpa mengenalNYA.
aku tak dapat merasakan CINTA tanpa DIA.
aku pun mungkin menjadi orang yang paling buta CINTA jika aku tak pernah menyapaNYA.
(based on RENUNGAN KASUR DIPAGI HARI )
TERIMAKASIH untuk sealu menCINTAiku, BAPA
Wednesday, February 20, 2013
kenapa TUHAN...
ada yang pernah berkata padaku " qlo lo yakin, PERJUANGKAN itu, jangan pernah takut hadapin itu semua sebelum lo mulai". namun entah setan apa yang sedang bergelayut dipikiranku, aku takut, aku cemas dan aku bahkan hingga saat ini stres akan semua ini.
kenapa kamu harus datang lagi?
kenapa aku mudah mudah?
kenapa aku bisa dengan mudah berpaling ke belakang?
dan kenapa TUHAN mengijinkan ini?
bahkan akupun pernah berfikir untuk pergi dan meninggalkan semua ini, namun seolah DIA berbisik padaku kencang "lalu mana janjimu padaKU, kau bilang akan tetap setia dan tetap dalam rencanaKU, mengapa kau ingin pergi anakKU?"
aku bingung! rasanya sudah tak bisa berpegang lagi.
aku takut! rasanya tak dapat dilukiskan lagi.
aku cemas! rasanya sudah tak punya penolong.
dan kenapa TUHAN (masih) mengijinkan aku mengalaminya?
aku ingin dia yang menjadi pendampingku, terakhirku, dan yang terbaikku dari ENGKAU. bahkan aku terlanjur jauh berhayal dan berharap. aku ingin pergi dan mungkin tak kembali dan iu bersamanya. akupun (mungkin) rela meninggalkan semua ini..
namun apa aku sanggup??
apa aku kuat??
apa aku bisa?
dan kenapa TUHAN )seolah) mengijinkan dia kembali?
ku biarkan rasa sakitku berkecambuk kuat.
ku biarkan air mata ini mengalir deras.
ku biarkan pikiranku terisi hanya denganmu..
namun harus sampai kapan ku biarkan semua ini erat denganku...
MUAK!!
LELAH!!
will i??
ENTAH..
haruskah aku masih mempercayainya setelah apa yg telah terjadi selama ini..
haruskah aku tetap mengharapkannya selatah apa yg telah diperbuat...
haruskah aku masih menginginkannya setelah sakit ini yg belum sembuh total..
disatu sisi aku mempercayai semua omonganmu, sayang..
namun disisi lain seperti apa ketakutan yg tak bisa bahkan tak ku mengerti..
disatu sisi aku ingin tetap taat pada TUHAN ku, sayang..
namun disisi lain aku terlanjur berharap lebih denganmu..
aku sayang kau, Sayang..
akupun masih menginginkanmu, Sayang..
malah aku terlanjur mengharapkanmu, Sayang...
NAMUN HINGGA SAAT NI AKU MASIH BELUM BISA PERCAYA, SAYANG!
MAAF...
mungkinkah memang ucapanmu itu tidak seserius perkataanmu.
mungkinkah aku yg terlalu berharap dan inilah belas kasihanmu.
atau inilah kePEKAan dari semua doa-doaku?
aku tak mengerti...
seharusnya aku bahagia saat kau berkata seSERIUS itu,
namun mengapa rasanya hati ini tidak mau menerimanya?
mungkinkan inilah kePEKAan ku? atau keTAKUTan ku?
aku tau kita (tidak) mungkin dipersatukan karena PERBEDAAN yg kita miliki..
aku sadar mungkin aku yg terlalu berlebihan mengharapkanmu..
akupun sadar bukan hanya PERBEDAAN seperti yg selama ini sering kita bahas saja PERBEDAAN kita..
aku takut menyadari, jika akhirnya bukan kaulah pendampingku...
JUJUR dari dasar hatiku..
aku ingin kamu..
aku ingin menghabiskan waktu berdua selamanya dengan kamu..
aku ingin kamulah yg selalu ada disampingku saat aku terlelap tidur dan bangun dipagi hari...
terlalu BODOH kah aku terlalu mengharapkanmu berlebih?
terlalu BODOH kah aku telah membuka lembaran kenangan usang kita?
terlalu BODOH kah aku sangat menginginkanmu selalu disampingu?
terlalu BODOH kah aku terlalu jauh berhayal tentang KITA?
rasanya ingin ku tentang saja semua adat, budaya yg berlaku..
rasanya ingin ku langgar saja semua hukum yg sedang berjalan..
rasanya ingin ku berlari saja dari semua PERBEDAAN ini..
NAMUN aku TAKUT!!!
aku selalu berdoa pada SANG KUASA.
TUHAN, yg aku sembah seumur hidupku. jika dialah yg terbaik tolong PERSATUKAN kami, beri kami jalan yg terbaik.
TUHAN, yg aku puja selama hidupku. jika dia bukanlah yg terbaik TOLONG PISAHKAN kami dan jgn KAU biarkan aku menengok kebelakang dan menemuinya kembali..
TUHAN, yg kuMuliakan selalu sepanjang kubernafas. lalu mengapa KAU pertemukan kembali KISAH kami yg telah USANG itu? disaat aku lelah menengok ke belakang dan kembali pada kisah USANG itu?
LALU, apa yg sedang KAU rencanakan untuk kami?
LALU, mengapa KAU biarkan aku berpaling ke kisah USANG itu?
JUJUR,
aku lelah!!
aku penat!!
aku muak!!
ARE he my future??
ARE he my last??
ARE he my great??
ARE he from YOU??
I JUST WANT HIM BE MY FUTURE!
I JUST WANT HIM BE MY LAST!
I JUST WANT HIM BE MY GREAT!
nd are him from YOU??
LORD,
I already leaves my dream to take UR plans..
i already leaves my life to facing ur plans too..
when must i got my TRUE??
OK!!
maybe NOT NOW!
i really know it, i must be honest nd keep my passion only into YOU..
BUT, will i???
Subscribe to:
Comments (Atom)