benar memang bukanlah aku yang kau tunggu
dan bukanlah aku yang kau dambakan
bahkan bukan pula aku yang kau inginkan.
lalu mengapa harus terus berbohong, Sayang?
aku tak meminta banyak darimu
akupun tak menginginkan banyak tentangmu
bahkan aku tak terlalu mengharapkanmu, saat kau tiada.
namun mengapa seolah kau putar semuanya, Sayang?
cukup jujur pada diri sendiri dan aku
cukuplah kejujuran itu meskipun akan berujung duka
cukup bagiku kamu beberapa hari ini
CUKUP kau membohongiku, Sayang
akhirnya akupun menyadari bahwa bukan aku yang selalu mengotori pikiranmu.
akhirnya akupun menyadari bukan pula aku yang mengisi hayalanmu.
akhirnya akupun menyadari bukanlah aku yang kau nantikan.
dan akhirnya akupun menyadari jika aku hanyalah menginginkanmu dan bukan menCINTAimu.
ya, aku tersentak bar menyadarinya
aku tidak pernah menCINTAimu.
bahkan akupun tak pernah memikirkanmu.
aku hanya menginginkanmu disaat aku sendiri, Sayang.
akupun menyadari itu bukan CINTA.
aku juga menyadari jika itupun bukan SAYANG.
aku sadar itu hanyalah NAFSU!
NAFSU yang ingin bersamamu tanpa ada orang yang mengetahuinya.
aku malu denganmu dan mungkin kamu pun demikian.
aku merasa tak sepadan denganmu dan mungkin keluargakupun demikian.
aku takut jika akhirnya mungkin kita bersama.
karena ini bukan CINTA hanya NAFSU semata.
terimakasih untuk semua keBOHONGan.
terimakasih untuk semua kePALSUan.
terimakasih untuk semua keSEMUan
yang sudah kamu berikan padaku dan aku merasakan itu CUKUP bagiku saat ini yang dipenuhi NAFSU ini.
mungkin kamupun juga merasakan hal yang sama.
ketidakTULUSan
ketidakSETIAan
bakan ketidakINGINan..
kita hanya menjalani saat kita sama sama merasa KESEPIAN
kita hanya merasakan saat kita sama sama HAUS akan KASIH
kita hanya membutuhkan saat kita sama sama LAPAR karena NAFSU.
sudahlah Sayang hentikan ini semua.
No comments:
Post a Comment