LELAH. PENAT, MUAK!!!
3kata yang dapat menggambarkan apa yang sedang kurasakandan ku alami, lagi lagi ini semua terjadi dinegeri random ini. dimana aku selalu seolah tidak diterima oleh sang empunya tanah ini. rasanya ingin lari keluar dan pergi meninggalkan negeri ini.
PENAT, MUAK, LELAH!!!
lagi lagi hanya itu yang dapat kukatakan saat ini, bukan. BUKAN karena aku tidak mensyukuri apa yang sudah TUHAN berikan dan titipkan ini. namun hanya saja mencoba untuk melihat dari sisi seorang manusia yang lagi lagi tidak akan pernah sanggup hidup dengan kondisi seperti ini.
MUAK, LELAH, PENAT!!!
lagi dan lagi itulah yang sanggup melukiskan apa yang sedang terjadi padaku. rasanya ingin kubunuh saja semua harapan dan asa yang sempat tertanam subur sebelumnya. NAMUN apa bisa asa yang besar itu tertanan dalam tanah yang tak subur tanah beton?
TUHAN aku lelah..
TUHAN aku penat..
TUHAN aku muak..
dengan semua keadaan ini..
aku selalu tersudut dalam situasi yang sama.
aku hanya ingin meluruskan yang ada, namun kenapa waktu itu belum bisa tiba dihadapanku?
aku hanya ingin mencoba memperbaikin yang sudah rusak, namun seolah kesempatan itu enggan sedikitpun menghampiriku..
lalu, sampai kapan aku harus menunggu dan menanti hingga akhirnya si harapan, kesempatan dan waktu yang tepat itu datang menjamahku?
aku lagi lagi hanyalah manusia yang penuh dengan ketidaksempurnaan, manusia yang penuh dengan keputus-asaan yang besar, manusia dengan seribu satu keluhan tentang hidup yang kujalani, manusia yang bisa kapan saja jatuh dalam dosa bahkan kumbangan yang sama.
BUKAN!! bukan aku tidak belajar dan malah jatuh dalam kumbangan yang sama, NAMUN hanya saja pemahamanku yang mungkin terlalu dangkal mengartikan kehidupan dan isi isinya. BUKAN juga masalah PENGALAMAN, aku bahkan punya banyak pengalaman yang dapat mengajarkan aku, tapi kenapa hati ini masih lemah saja? tak bisa kah kau (hati) menjadi kuat dan tak dapat dilemahkan lagi?
aku lelah!! bukan. BUKAN karena aku terlalu PERASA!! itu semua anugrah dari TUHAN yang tidak semua orang dapat memilikinya. namun aku lelah menghadapi orang orang yang sering berkeliaran dalam hidupku yang tingkah dan perbuatannya tidak selalu sama dan tidak juga selalu sesuai dengan apa yang ku mau.
rasanya sudah saatnya aku yang meminta maaf!! namun aku harus mengucapkannya LANGSUNG!!! namun sampai kapan maaf ini harus terpendam? mau sampai kapan??
No comments:
Post a Comment