Thursday, November 19, 2015

tidak ada kah kesempatan terakhir ??

mungkin tidak akan ada lagi rasa sebahagia ini setelah nanti.
BESOK.
iya mungkin besok semua mimpi buruk itu akan menjadi kenyataan.
namun hingga saat ini pun aku mau berdoa dan berharap mimpi buruk itu tidak benar terjadi.

mungkin setelah saat ini sudah tidak ada lagi senyum dalam bibir yang menghiasi wajah lugu ini.
karena BESOK mungkin akan mengubah segalanya menjadi lebih buruk atau lebih baik.

aku takut
aku takut
aku takut
aku takut

bisakan hari esok sudah tiada diriku lagi?
bisakah hari esok sudah tidak ada aku lagi didunia ini?
bisakah bila esok tidak ada.. aku tak sanggup

sungguh tidak sanggup mengharapkan yang tidak diharapkan.

mungkin semuanya akan berubah setelah besok.

lalu bagaiman aku menjalani hari setelah esok?
akankah seria hari sekarang?
TUHAN, tidak ada lagikah kesempatan untukku memperbaiki kesalahan ku ini?
tidak adakah dispensasiMU untukku memperbaiki semua ini yang telah terlanjur terjadi.

aku takut
aku takut
aku menyesal
aku menyesal..

bilakah masih ada kesempatan itu,, aku berjanji akan memperbaiki semuanya
aku berjanji tidak akan mengulangi lagi semua kesalahanku dimasa lampau.
TUHAN,, TUHAN..
tunjukkan kebesaranMU..
tunjukkan mukjizatMU ynag dahsyat itu atas doa-doaku
atas segala ketakutanku.
akan segala penyesalanku..

kiranya masih ada kesempatan 1 kali lagi untukku, Tuhan...

Wednesday, November 11, 2015

sejenak terdiam

ditengah kesesakkkan transjakarta yang ku tumpangi setelah selesai pulang kuliah hari ini.
tiba-tiba, mataku tertuju pada suara yang membuatku terusik.
Iya, benar saja. itu suara dari 2 bangku sebelahku duduk ditengah kesesakkan dan terhimpitnya pandanganku.
terlihat ada seorang anak yang sedang merengek nangis pada ibunya yang terlihat sudah tua renta dengan keriput lelah diwajahnya yang disapu tanpa sedikitpu makeup.
aku melihat seorang anak yang sedang dipangku dengan menggunakan kain batik selendang untuk menggendong.
aku yakin jika ibu tersebut sebenarnya sudah tidak sekuat dulu sewaktu muda dan tenaganya juga tidak sepenuh aku anak muda ini.
aku melihat diwajahnya terlihat ada harapan yang besar dan ada rasa tidak enak dengan orang sekitar dengan rengekkan ananya tersebut.

sontak saja aku lalu tertampar sepertinya.
seorang ibu yang sudah tua renta itu harus membopong anaknya yang terlihat bukanlah anak balita lagi.
sontak saja mata ini berkaca-kaca melihat hal ini.
lalu, untung saja ibu ini langsung dapat duduk dari seorang wanita 2 bangku sebelahku.

rasa penasaranpun bergelajut kencang dipikiranku.
kenapa anaknya dibopong dengan kain?
apakah anak itu sedang sakit?
ibu ini siapa? mengapa lebih pantas ibu ini menjadi nenek anak itu?

aku pandangin ibu dan anak ini terus tanpa terganggu dengan kesesakkan yang ada didalam bus itu.
sesekali anaknya memberontak sehingga hentakan tangannya itu tersentuh seorang ibu yang sedang berdiri tepat didepannya.
langsung saja ibu itu berdiri menjauhi anak itu, jijik dan aneh pun terlihat jelas pada orang sekitar ibu dan anak itu.

akupun semakin penasaran pada sosok ibu dan anak