Wednesday, November 11, 2015

sejenak terdiam

ditengah kesesakkkan transjakarta yang ku tumpangi setelah selesai pulang kuliah hari ini.
tiba-tiba, mataku tertuju pada suara yang membuatku terusik.
Iya, benar saja. itu suara dari 2 bangku sebelahku duduk ditengah kesesakkan dan terhimpitnya pandanganku.
terlihat ada seorang anak yang sedang merengek nangis pada ibunya yang terlihat sudah tua renta dengan keriput lelah diwajahnya yang disapu tanpa sedikitpu makeup.
aku melihat seorang anak yang sedang dipangku dengan menggunakan kain batik selendang untuk menggendong.
aku yakin jika ibu tersebut sebenarnya sudah tidak sekuat dulu sewaktu muda dan tenaganya juga tidak sepenuh aku anak muda ini.
aku melihat diwajahnya terlihat ada harapan yang besar dan ada rasa tidak enak dengan orang sekitar dengan rengekkan ananya tersebut.

sontak saja aku lalu tertampar sepertinya.
seorang ibu yang sudah tua renta itu harus membopong anaknya yang terlihat bukanlah anak balita lagi.
sontak saja mata ini berkaca-kaca melihat hal ini.
lalu, untung saja ibu ini langsung dapat duduk dari seorang wanita 2 bangku sebelahku.

rasa penasaranpun bergelajut kencang dipikiranku.
kenapa anaknya dibopong dengan kain?
apakah anak itu sedang sakit?
ibu ini siapa? mengapa lebih pantas ibu ini menjadi nenek anak itu?

aku pandangin ibu dan anak ini terus tanpa terganggu dengan kesesakkan yang ada didalam bus itu.
sesekali anaknya memberontak sehingga hentakan tangannya itu tersentuh seorang ibu yang sedang berdiri tepat didepannya.
langsung saja ibu itu berdiri menjauhi anak itu, jijik dan aneh pun terlihat jelas pada orang sekitar ibu dan anak itu.

akupun semakin penasaran pada sosok ibu dan anak

No comments:

Post a Comment