Aku. .
Sungguh baru ku menyadari bahwa aku bukanlah wanita kuat seperti yang banyak orang pikirkan bahkan sampai aku pikirkan.
Ternyata. .
Aku hanya si lemah yang membutuhkan sandaran dalam kelemahanku. Maka aku meemilihmu membuatku kuat.
Namun,
Nyatanya kekuatan itu harus terkikis oleh deru air mata yang selalu membasahi relung hati ini.
Ya. .
Mungkin aku terlalu lelah dengan semua penantian ini atau mungkin inilah kesalahan terbesarku.
Mereka melihat aku bahagia dan hanya akulah yang melihat aku dalam tangisku.
Ku pendam semua ini hanya ku makan seorang diri. Bukan karena aku kuat tapi hanya karena ingin menjag nama baikmu dari sekelilingku. Biar aku saja yg menerima stigma negayif ini. Jangan kamu. Tak tega aku rasanya.
Bahkan,
Saat terpuruk sekarang inipun harusnya kamu disini bersamaku menemani menjadi sandaran yg ku perlukan.
Kau malah pergi menjauh dan terkesan menghilang dariku.
Bukan,
Ini hukan salahmu. Ini hanyalah salahku yg lemah dan tidak bisamenjadki kuat seperti yg kamu mau. Aku seorang yg lemah. Iya! Aku akui aku lemah.
Mungkin,
Hanya airmata yang mengetahui kelemahanku ini. Aku sungguh lemah bertemankan air mata yang selaku tidak ka sukai.
Aku. . .
Aku juga belum bisa menjadi sekuat yang kamu inginkan. Bahkan untuk mengusap airmataku pjn aku tak sanggup. Selemah itu aku.
Mungkin,
Jika kamu tinggalkan aku bukan dalam kondisi seperti ini aku bisa kuat dan mungkin tidak lagi memerlukanmu hadir dalam hidupku.
Boleh aku mengeluh?
Boleh aku merasa lelah?
Mungkin,
Sendiri adalah yang terbaik yang boleh kunikmati dalam hidupku. Hanya bertemankan air mata yang terus jatuh deras membasahi bahkan hingga sudut kamarku.
No comments:
Post a Comment