Wednesday, December 1, 2021

Am i the most wrong person?!

 Setiap bulan jika saat ini tiba, 

Entah kenapa aku selalu menyalahkan diriku sendiri.

Aku tidak menyalahkan suamiku, bahkan Tuhanku.

Tapi aku menyalahkan aku.


Entah sampai kapan aku harus menunggu.

Entah pula sampai kapan aku harus terdiam dan membendungnya didalam hati.

Entah sampai kapan aku harus cemburu

Entahlah...


Memang benar.

Mungkin belum waktunya

Mungkin belum saatnya

Mungkin bukan sekarang.


Tuhan, jika boleh aku meminta

Bolehkan aku memintanya hadir segera.

Bolehkan aku meminta akan kehadirannya.

Bolehkan aku meminta untuk merasakan serta memilikinya.


Akupun masih seorang wanita biasa yg pnya batas lelah akan penantian, sabar akan cemooh.

Akupun juga ingin merasakan mengandung, melahirkan dan juga merawat serta menjaga dan mencintainya.

Akupun juga ingin merasakan yg teman-temanku rasakan.

Akupun ingin, Tuhan.


Setiap bulan, jika hari itu tiba.

Kurasakan melilitnya perut ini kemudian saat ku cek ternyata benar ku temukan bercak darah itu.

Rasanya aku hancur, duniaku seakan musnah begitu saja, ceriaku lenyap ditelan noda darah itu.

Akupun selalu menyalahkan diriku yg TIDAK sempurna ini. Yg belum bisa dipercayakan.


Aku sedih,

Saat temanku mengatakan " Puji Tuhan, Tuhan percayakan berkatNYA"

Seketika hati ini hancur tidak terselamatkan

Seketika hati ini ingin rasanya pergi saja dari kefanaan ini

Seketika akulah orang yg paling tidak berguna dimuka bumi ini.

Ya! Akulah orangnya

Sunday, February 24, 2019

Tertemankan air mata

Aku. .
Sungguh baru ku menyadari bahwa aku bukanlah wanita kuat seperti yang banyak orang pikirkan bahkan sampai aku pikirkan.

Ternyata. .
Aku hanya si lemah yang membutuhkan sandaran dalam kelemahanku. Maka aku meemilihmu membuatku kuat.

Namun,
Nyatanya kekuatan itu harus terkikis oleh deru air mata yang selalu membasahi relung hati ini.

Ya. .
Mungkin aku terlalu lelah dengan semua penantian ini atau mungkin inilah kesalahan terbesarku.

Mereka melihat aku bahagia dan hanya akulah yang melihat aku dalam tangisku.

Ku pendam semua ini hanya ku makan seorang diri. Bukan karena aku kuat tapi hanya karena ingin menjag nama baikmu dari sekelilingku. Biar aku saja yg menerima stigma negayif ini.  Jangan kamu. Tak tega aku rasanya.

Bahkan,
Saat terpuruk sekarang inipun harusnya kamu disini bersamaku menemani menjadi sandaran yg ku perlukan.
Kau malah pergi menjauh dan terkesan menghilang dariku.

Bukan,
Ini hukan salahmu. Ini hanyalah salahku yg lemah dan tidak bisamenjadki kuat seperti yg kamu mau. Aku seorang yg lemah. Iya! Aku akui aku lemah.


Mungkin,
Hanya airmata yang mengetahui kelemahanku ini. Aku sungguh lemah bertemankan air mata yang selaku tidak ka sukai.

Aku. . .
Aku juga belum bisa menjadi sekuat yang kamu inginkan. Bahkan untuk mengusap airmataku pjn aku tak sanggup. Selemah itu aku.

Mungkin,
Jika kamu tinggalkan aku bukan dalam kondisi seperti ini aku bisa kuat dan mungkin tidak lagi memerlukanmu hadir dalam hidupku.


Boleh aku mengeluh?
Boleh aku merasa lelah?


Mungkin,
Sendiri adalah yang terbaik yang boleh kunikmati dalam hidupku. Hanya bertemankan air mata yang terus jatuh deras membasahi bahkan hingga sudut kamarku.


Friday, March 2, 2018

Who are more???

Dulu kata orang, kalo mau menikah itu banyak bnget ujian dan rintngannya. Katanya supaya nanti ga kaget waktu menjalani rumah tngga yang penuh lika-liku problema.  Beda dengan problema sewaktu single.  Karena orang menikah sama dengan menyatukan dua kehidupan menjadi satu visi, misi dan pencapaian yang sama. Selain itu tidak hnya menyatukan dua kehidupan yang paling mendasar, terlebih menyatukan 2 (dua) keluarga!  Iya, keluarga dari si cewek dan keluarga dari si cowok. 😰😰

Dulu, gue pikir "aah ga mungkin terjadi sama gue, karena gue udah tau dia kaya gimana baik buruknya sampe kedalamannya pun gue tauπŸ˜‚πŸ˜‚"HELL!!

Semakin mendekat di hari H (H-63) 😰😰 semakin chaos hidup gue.  Hidup gue jadi penuh dengan drama, hidup gue jadi penuh dengan ke-sensitif-an abegeh yang baru mau dijodohin.. πŸ˜₯πŸ˜₯

Gue semakin hari jadi semakin drama, semakin ga bisa ngontrol emosi gue.  Gue jadi bisa berantem di pinggir jalan, di mall, di supermarket bahkan saat lagi sama teman-teman-pun ga jarang kita saling sindir dan olok😰😰.

Kadang gue berpikir, "Tuhan, benrkan dy jodohku yang akan hidup denganku selamanya?  Atau ....??".

Kadang gue berpikir jernih "kita pasti menikah" tapi koq yah pas ditanya sama temen yang tau rencana kita ini "gimn persiapan kalian, ga terasa lho udh bulan maret" sontak aja gue langsung ngerasa kaya abis ditusuk duri yang udah dilapisi virus rabies😰😰

"HELLLOOO! ! 2bulan lagi dan kita belum ada persiapan apa-apa! !! Bulshit sama kta orang yang bilang "rencanain dan urus nikh itu bisa setahun,  Dari pertemuan keluarga, nyari tanggal, nyari vendor, urus surat menyurat, urus tetek-bengek"

THEN!!  gue belum ngapa-ngapain.  Sempet punya rencana buat pake WO biar gue ga pusiaang. Selain itu keluarga bisa santaaaaaiiii..  Cuma sampai detik ini belum ada uang yang bisa gue lihat dan untuk bayar WO dengan segala semua keperluannya..

Bahkan, mama gue pun belum pasti akan datang dihari bahagia gue😭😭 keluarga besar gue semakin kesink koq yang semakin menghindar dan menjauh kaya liat gue tuh liat 'sampah'πŸ”«πŸ”«

To be honestly, its makes me so upset like, ok apa gue terlalu egois mikirin diri sendiri sampai ga ngelibatin siapapun dari keluarga besar gue😰😰?? Apa belum saatnya, gue bisa punya keluarga? ? Apa belum saatnya gue boleh 'bahagia'??

Now,  Who are more egois? ?

Bekasi, MArch 02, 2018
18. 14WIB

Sunday, March 12, 2017

Entah sampai kapan

Entah sampai kapan aku harus terkungkung lemah dalam balutan ketidakberdayaan hanya karna aku anak bungsu yg tak mengerti arti kasih sayang yang sempat mereka rasakan tanpa pernh ingin dibagikan kepadaku.

Aku lelah ingin keluar dari kungkungan ini, namun apadayaku yang lemah ini,  Setiap berlari keluar kemudian selalu didapatkan kembali masuk.

Aku ingin pulang jika itu tempat yg teraman untukku dan dapat dikembangkan diriku.  Atau aku akan pulang jika ada keamanan yang kudapati meski tak akan berkembang aku disana, asal atas dasar CINTA ORANG TUA TUNGGALku yg menjadi alasanku bersiap tak berkembang dan mati dalam pelukannya.

Aku lelah dengan semua cibiran,
Aku lelah dengan semua kemunagikan serta kebohongan yang kualami.
Aku lelah tsrus bersekongkol untuk memuaskan kebutuhannya yang sebenarnya bukanlah tanggungjawabku yang hanya seorang lemah tak berdaya dalam suatu yang disebut 'keluarga'

Teruslah mencibirku,
Teruslah menghinaku hingga akhirnya setiap mulut akan penuh dengan busa liurnya yang tak sempat terkendali lagi.

Aku hanya ingin mencoba sabar dalam menjalani kungkungan ini yang entah hingga kapan aku harus melemahkan diriku sendiri.
Entah sampai kapan aku akan memanen semua hasil taburanku..


Saturday, March 4, 2017

Tentang 2020

Kalau ditanya tentang 2020.
Jujur,  Gue akan bingung.
Bingung ngejawab dan bingung dengan 2020.

Kalau ditanyiin beberapa tahun yanglalu,  Gue akan ketakutan setengah mati.
Tapi seiring berkembangnya pola pemikiran gue yang jaub dari sempurna ini gue merasa "sudah siap"

Lalu,  Pertanyaan lain bermunculan lagi.  "sudah siap untuk apa? "
ENTAH!  gue ga tau sudah siap untuk apa..

Bayangan gue tentang 2020 sangat gelap!
Dibenak gue,  Udah ga ada yang namanya menggapai cita-cita, menyusun resolusi dll.

Saat ini, gue merasa 2020 gue akan sangat indah.
Entah Indah dari aspek apa.

Ketakutan 2020, seketika berkecambuk kembali dikala banyak hal yang akan diutarakan.
Gue takut...  Gue takut..

Namun, entah apa ketakutan gue itu.
Gue takut 2020.
Namun disisi lain gue "sudah siap".

Tuesday, January 12, 2016

mimpi ini ataukah pertanda?

entah apa yg sedang kurasakan.
entah apa yg sedang mereka rasakan.
entah pula apa yg sedang dirasakan oleh alam ini.

akupun sendiri tak mengetahui arti dari semua ini.
haruskan aku menyerah pada keadaan?
haruskan aku menyerah pada situasi?
haruskah kuturuti semua petunjuk alam ini?
haruskah aku melakukan apa yang telah ditunjukkan oleh alam?

mengapa semua seolah sepakat untuk membuatku galau?
mengapa rasanya mereka telah mengetahui semua ini dan hanya aku yg baru mengetahuinya?

haruskah ku melepaskannya?
haruskah ku menjauhinya?
haruskah semua ini berakhir?
haruskah? Haruskah?

lalu mengapa harusbnyaris 3tahun?
mengapa tak dipertemukan sekalian?
mengapa harus aku dan dia?
mengapa harus begini?

pah, aku masih tak mnegrti maksud semua ini.
pah, aku masih belum rela melepaskannya.
pah, bisakah kau memberikan waktu untukku menyelesaikan semua ini?
pah, ……

setelah sekian lama menjalin hubungan,
berikan aku petunjuk.

aku tak akan sakit hati jika dia mendapatkan yang wanita lain.
aku tak akan kecewa jika akhirnya fia memilih yang lain.
aku akan sakit hati jika hubungan ini hanya karena pemanfaatan saja.
aku akan sangat sakit jika aku hanya menjadi tamengnya seperti yg mereka rasakan.

lalu ada apa dengan semua ini?
lalu ada apa dengan mimpiku?
lalu ada apa dengan mimpi mereka?
petunjukkah? atau hanya pertanda waspada?
lalu?

kemudian ……
aku tersadar akupun lelah.
aku tersadar hubungan ini tidak sehat.
aku tersadar bahwa semua ini tidak mungkin akan berjalan kedepan.
aku hanya membutuhkan waktu untuk mengembalikan semua ini.
aku hanya ingin tidak ada hubungan yg tidak baik kedepan dengannya.
aku hanya ingin memberikan kesempatan untuknya.

dan ……
aku ingin tak menyakiti siapapun.
aku ingin menyelesaikan semua ini sebelum mengakhiri semua ini.
aku ingin melepaskan kelelahan ini.
aku ingin memberimu kesempatan untuk memantaskan diri denganku sebagai pasanganku yg untuk selamanya sampai hanya maut yg dapat memisahkan kita.

atau ……
jemput aku pulang BAPA,
agar aku dapat menyelesaikan semua pergumulanku.


Jakarta, 12Januari 2016
Kost Mega, Jakarta Timur

Sunday, January 3, 2016

curhat part kesekian

entah apa yg ada dalam benakku akhir2ini.
aku sepertinya menantang alam bahkan menatang semua yg bernaung dalam diri.

aku berpikir bahwa/ jika....

jika suatu hari nanti kau menemukan wanita yg kamu anggap pantas pendampingimu dan itu bukanlah aku.
pergilah, ikuti kata hatimu, janganbpernah bohongi perasaanmu. bahkan saat hari pertama aku meyakinkan diri untuk menjadi kekasihmu, aku sudah siap jika suatu hari nanti jika akhirnya kamu memilih yg lain yang dianggap pantas mendampingimu bahkan saat aku menerimamu aku sudah mempersiapkan hatiku terluka.

karena hidup hanyalah untuk satu kali dan janganlah kau mempersulit dirimu ataupun diriku untuk dibohongi. aku tahu rasanya sakit dan di khianati rasanya sudah kebal akan hal tersebut.

aku hanya ingin mengucapkan terimakasih banyak telah berada disampingku saat apapun yg sedang kualami. terimakasihku telah memperkenalkan aku pada orangtuamu yang sudah merebut hatiku. terimakasihku atas semua penjagaan dan pengalahanmu.

terimakasihku..